14 2 / 2023

shimmering-firmament:

Playlist spotify + scrolling tumblr is my remedy. Ah.. Been a long time since this kind of me time :“)

02 1 / 2023

#2 #1 #23

Kembali aku teringat tentang Kebesaran Tuhan, saat aku memasak.

Coba lihat, sayur-sayur itu. Kok teksturnya bisa berbeda-beda ya? Rasanya juga. Padahal semua dari tanah. Bahan bakunya apa yang membuat berbeda?

Lalu…

Proses memasak itu sendiri. Terasa magical. Mengubah benda-benda yang tidak bisa dimakan, jadi bisa dinikmati. Lezat pula.. padahal hanya perkara dimainkan di atas api.

Lalu…

Lihat piringmu. Apa saja isinya? Darimana saja asal muasal bahan makanannya? Berapa banyak tangan dan peluh yang terlibat hingga mereka tersaji cantik di depanmu? Ada petani yang dengan sabar menanti padi penuh isi. Ada peternak yang dengan sabar merawat sapi setiap hari.

Maka, rupa-rupanya betul ungkapan bahwa Tuhan ada dimana saja. Dari aku, yang menemu Tuhan lewat makanan. Jangan lupa, berdoa sebelum makan, ya.. Allahumma baariklanaa.. Ya Allah berkatilah KAMI semua. Aamiin.

01 1 / 2023

#1 #1 #23

selamat tahun baru!

selamat tahun baru!

selamat tahun baru!

kita bahagia menatap harapan baru seiring terbitnya mentari esok pagi, yang mana, mentari terbit tiap pagi

lalu, bagaimana bila setiap malam, kita ucapkan

selamat hari baru!

selamat hari baru!

selamat hari baru!

merayakan harapan, merayakan masih adanya kemungkinan

selama esok masih ada mentari, mari kita coba lagi

13 9 / 2022

"ia yang menemani terjaga pukul 2 pagi, ialah yang mengerti betapa rapuh diri"

13 9 / 2022

Menulis adalah terapi.

Menulis adalah terapi.

Menulis adalah terapi.

Mantra lama yang ingin aku rapal lagi. Cara lama yang  ingin aku rutinkan lagi. Menulis.

Bukan kalau sempat, tapi disempatkan. Menulis adalah saranaku untuk merefleksikan diri, untuk tidak mengatakan mengaktualisasikan diri.

Ah sial. Hampir-hampir aku gila karena lama tak bersua dengan kata-kata.

Betapa banyak yang ingin dituliskan, betapa koyak kosakata di kepala.

Ah sial. Apa sih yang ingin dikejar?

Keluar mulut buaya, masuk mulut singa. Untung bersama-sama. Bila tidak, mungkin aku sudah jadi tai di tengah belantara.

Ah sial. Tiga kali sudah aku memaki, namun emosi masih mengisi relung hati.

Apa sih? Kenapa?

Oke baik, mari kita urai satu per satu.

Pertama, kegelisahan.

Gelisah, akan kesewenang-wenangan. Gelisah akan ketidakadilan. Gelisah akan kesoktahuan si puan yang paling heran.

Ah, brengsek. Tak habis-habis emosiku kalau sudah bicara soal itu.

Okelah, skip.

Kedua, masa depan.

Manusia… manusia… bisa apa sih?

Ya iya, bisa berencana. Tapi dari semua rencana, berapa banyak probabilitas untuk tidak tercapai? Berapa banyak probabilitas untuk tercapai? Siapa yang ngatur semuanya?

Yaudah toh, dekati yang ngatur. Bujuk-bujuk sampai Ia BerMurah Hati.

Ahhhh banyak kali dosaku.

Ketiga, perasaan.

Datang, pergi. Ramai, lalu sepi. Sudah biasa namun tak pernah terbiasa. Inginnya bersama selamanya. Namun lagi-lagi, siapakah kita ini manusia?

Dan untukmu, sayangku, yang entah masih di mana kamu kini, kami sabar menantimu, sayangku. Tak perlu terburu-buru, satu detik berlalu, satu langkah kau menuju. Hati-hati, sayangku.

Oke, sementara ini dulu.

08 8 / 2022

shimmering-firmament:

shimmering-firmament:

Selamat datang usia dua puluh lima. Selamat merayakan seperempat abad. Selamat merayakan usia perak. Selamat merayakan keragu-raguan kehidupan.

Aku tidak tahu ada berapa jenis “quarter life crisis”, namun yang aku alami kira-kira seperti ini:

Aku tahu apa yang aku mau. Aku tahu apa tujuanku. Aku tahu apa yang ingin aku capai. Namun, aku tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Ada banyak cara menuju Jakarta, bisa melaui jalur darat, udara, maupun laut. Jalur darat pun ada bermacam cara, bisa lewat pantura, tol, jalur tengah, jalur selatan. Bisa juga naik mobil pribadi, naik bus, naik kereta, naik travel, atau bahkan naik motor atau sepeda. Semua jalan, semua cara, bisa ditempuh untuk mencapai Jakarta. Semua jalan, semua cara, bisa aku tempuh untuk mencapai tujuanku. Nah, aku tidak tahu jalan mana, cara mana, yang harus kupilih. Belum tahu, lebih tepatnya.

Aku pun memahami saat ini aku hanya perlu menjalani masa-masa ini. Mungkin lima tahun lagi aku akan menertawakan masa-masa ini. Semua akan baik-baik saja pada akhirnya. Namun biarlah, aku menikmati masa keragu-raguan akan kehidupan ini. Semoga Tuhan senantiasa memberi kemudahan dan menyertai dengan menampakkan petunjukNya dalam setiap proses pengambilan keputusan.

C’est la vie!

Lah tiba2 w dah umur 26 aja

Lah udah 27 sekarang 😂 #kaget

Buset dah lama banget ga nulis ya saya… Pantesan berasa ada yang kurang selama 2 tahun terakhir ini hmmm 🤔

Sepertinya perlu meluangkan waktu untuk menulis, bukan menunggu waktu luang

Bismillah..

02 6 / 2022

chibird:

Motivational penguin friend has been practicing telepathic communication very hard and was totally not just whispering the words while in deep concentration. ✨

Chibird store | Positive pin club | Webtoon

02 6 / 2022

chibird:

Sometimes getting through adulthood is about a little self-parenting and choosing to be kind and supportive to yourself. I hope you’re all taking care, my little eggs. 🥚💕

Chibird store | Positive pin club | Webtoon

13 2 / 2022

Let’s embrace the science.

Mari merayakan ilmu pengetahuan, mensyukuri setiap kesempatan belajar :)

13 7 / 2021

shimmering-firmament:

Selamat datang usia dua puluh lima. Selamat merayakan seperempat abad. Selamat merayakan usia perak. Selamat merayakan keragu-raguan kehidupan.

Aku tidak tahu ada berapa jenis “quarter life crisis”, namun yang aku alami kira-kira seperti ini:

Aku tahu apa yang aku mau. Aku tahu apa tujuanku. Aku tahu apa yang ingin aku capai. Namun, aku tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Ada banyak cara menuju Jakarta, bisa melaui jalur darat, udara, maupun laut. Jalur darat pun ada bermacam cara, bisa lewat pantura, tol, jalur tengah, jalur selatan. Bisa juga naik mobil pribadi, naik bus, naik kereta, naik travel, atau bahkan naik motor atau sepeda. Semua jalan, semua cara, bisa ditempuh untuk mencapai Jakarta. Semua jalan, semua cara, bisa aku tempuh untuk mencapai tujuanku. Nah, aku tidak tahu jalan mana, cara mana, yang harus kupilih. Belum tahu, lebih tepatnya.

Aku pun memahami saat ini aku hanya perlu menjalani masa-masa ini. Mungkin lima tahun lagi aku akan menertawakan masa-masa ini. Semua akan baik-baik saja pada akhirnya. Namun biarlah, aku menikmati masa keragu-raguan akan kehidupan ini. Semoga Tuhan senantiasa memberi kemudahan dan menyertai dengan menampakkan petunjukNya dalam setiap proses pengambilan keputusan.

C’est la vie!

Lah tiba2 w dah umur 26 aja